Perbedaan Mata Uang Virtual dan Kartal

Mata uang virtual adalah mata uang yang tidak tampak / tidak dapat dilihat, juga tidak dapat diraba / dipegang maupun di terawang.

Lain halnya dengan mata uang kartal yang dapat dilihat / tampak, dapat dipegang / di raba dan dapat di terawang dengan jelas oleh mata.

Kata lain dari mata uang virtual adalah mata uang digital. Mengapa disebut demikian ? karena sifatnya yang tidak tampak dan canggih.

Sedangkan kata lain dari uang kartal adalah uang kertas maupun uang logam. Mengapa disebut demikian ? karena uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam jika dilihat dari bahan pembuatannya.

Uang digital jika dilihat dari bahan pembuatannya ia hanyalah berbentuk poin yang kemudian dapat ditukarkan ke dalam uang kartal.

Mungkin uang digital dapat digunakan sebagai alat tukar atau alat bayar tapi hanya pada pusat perbelanjaan yang melalui situs – situs online. Tidak bisa digunakan untuk untuk berbelanja langsung seperti untuk berbelanja kebutuhan sehari – hari di pasar.

Sedangkan uang kartal adalah uang sah yang sengaja di keluarkan oleh Pemerintah yang berguna untuk alat pembayaran yang sah dan wajib dan sudah pasti di terima oleh seluruh masyarakat Indonesia. Karena sudah diakui oleh pemerintah dan telah disetujui oleh seluruh masyarakat Indonesia.

mata virtual dan kartal

Uang kartal dapat digunakan langsung untuk membeli barang – barang apa saja yang dibutuhkan. Misalnya untuk jual beli kebutuhan sehari – hari di pasar.

Jenis – jenis uang digital adalah sebagai berikut :

  1. Bitcoin , yaitu uang digital pertama yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009.

Beliau juga pelopor penggunaan teknologi blockhain yang pertama kali.

Satoshi Nakamoto juga menciptakan kode unik catatan transaksi yang bersifat kekal .

Artinya , seluruh histori transaksi yang sudah tercatat pada ledger Blockain ( buku besar blockhain ) tidak bisa dirubah sama sekali oleh siapa pun di dunia.

Bitcoin adalah mata uang seperti halnya Dollar, Poundsterling dan  lain-lain. Namun, Bitcoin bersifat digital serta mempunyai enkripsi data yang sangat kuat.

Selain itu, Bitcoin merupakan mata uang pertama yang tidak bisa di kontrol nilainya oleh Institusi, Perusahaan, pemerintah, bahkan pencipta mata uang tersebut sekalipun.

Desain Bitcoin merupakan teknologi transaksi Peer-to-Peerdimana transaksi tidak membutuhkan pihak ketiga yang selalu mengambil keuntungan.

Mata uang kripto ini juga bersifat terdesentralisasi, artinya tidak berpusat pada satu administrator tunggal.

Sehingga seluruh catatan transaksi dalam buku besar blockchain (Ledger Blockchain) bisa di kelola oleh seluruh pengguna Bitcoin di dunia.

Bitcoin mempunyai beberapa keunggulan utama yaitu :

  • Transparansi / Kejujuran. Semua pengguna Bitcoin dapat melihat histori transaksi yang sudah dilakukan, sehingga kroscek data transaksi dapat dilakukan kapanpun.
  • Efektifitas Transfer. Kita bisa mengirim Bitcoin kemana saja di dunia ini dalam hitungan detik. Kemudian biaya transfer yang dikenakan hanya sekitar Rp. 500 – 3,000 per transaksi, tidak peduli berapapun jumlah uang yang dikirimkan.
  • Keamanan. Ledger Bitcoin sangat terbuka untuk umum sehingga pemalsuan transaksi tidak mungkin dilakukan. Seluruh transaksi yang terjadi, tercatat secara transparan dan tersebar ke jutaan pengguna Bitcoin di dunia ini.
  • Jumlah yang terbatas. Pada saat Bitcoin diciptakan, Satoshi Nakamoto sudah mengungkapkan bahwa hanya akan ada 21 Juta Keping Bitcoin di seluruh dunia. Dengan suplai terbatas, harga Bitcoin akan cenderung naik.
  1. Ethereum, yaitu mata uang digital yang sebenarnya sangat mirip dengan Bitcoin.

 Ethereum adalah jaringan peer-to-peer publik atau blockchain dengan mata    uang digitalnya sendiri yang disebut Ether.

Ethereum diciptakan oleh Vitalik Buterin pada tahun 2014.

Tujuan Ethereum adalah untuk menjadi platform dimana smart contracts dapat diciptakan dan dijalankan.

Sederhananya, tujuan Ethereum adalah untuk menjadi komputer dunia.

Bitcoin lebih ditujukan untuk menyimpan daftar saldo dan transaksi di blockchainnya,

sementara blockchain Ethereum dirancang untuk menyimpan berbagai jenis data.

Data ini bisa diakses dan digunakan oleh program-program komputer yang berjalan di blockchain Ethereum.

Program-program ini disebut aplikasi terdesentralisasi, atau dapps.

Pengembang di seluruh dunia dapat membangun dan menjalankan aplikasi terdesentralisasi pada blockchain Ethereum.

Tujuannya adalah untuk memperbaiki industri keuangan, penyimpanan informasi pribadi, tata kelola dengan berbagai kegunaan lainnya dengan menggunakan sifat transparan blockchain.

  1. Litecoin (LTC), yaitu mata uang digital yang diciptakan oleh Charlie Lee pada tahun 2011. Charlie Lee sendiri adalah seorang mantan  Insinyur Google dan lulusan dari MIT .

Litecoin merupakan salah satu mata uang digital pertama setelah Bitcoin dan sering disebut versi silver dari emas Bitcoin.

Litecoin didasarkan pada sumber jaringan pembayaran global yang terbuka dan tidak dikendalikan oleh otoritas manapun.

Meskipun dalam banyak hal Litecoin sama seperti Bitcoin, ia menawarkan konfirmasi transaksi yang lebih cepat.

Selain pengembang, ada juga sejumlah pedagang yang menerima pembayaran dengan Litecoin.

  1. Dan masih banyak lagi jenis – jenis mata uang digital lainnya yang sudah cukup terkenal seperti : Dash, Monero,  Zcash, Ripple , dll.

Sedangkan jenis – jenis mata uang kartal adalah sebagai berikut  :

  1. Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya :
  2. a)Uang logam

               Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak.

     Karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang

     yang  efesien.

     Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi

     dan stabil, Emas dan perak mudah dikenali dan

     diterima orang.

     Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah.

     Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit

     yang lebih kecil.

     Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari

     berat emasnyanamun dari nilai nominalnya. Nilai

     nominal itu merupakan pernyataan bahwa sejumlah

     emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.

  1. b) Uang kertas

    Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah.

Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu Nilai nominal dan nilai tukar.

Ada dua macam uang kertas :

  • Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani menteri keuangan.
  • Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral.

Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya :

  • Penghematan terhadap pemakaian logam mulia
  • Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam.
  • Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan diperbanyak) sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan akan uang.
  • Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar