Moral Hazard Dalam Pasar Modal

Moral Hazard adalah sebuah keadaan yang terjadi dikarenakan kecerobohan seseorang dan orang/pihak lain yang menerima dampak dari kecerobohannya tersebut.

Misalnya:

Ketika seseorang memiliki jasa asuransi kendaraan, setiap terjadi kerusakan pada kendaran yang di asuransikannya tersebut. Maka pihak asuransi yang akan menanggung seluruh kerugian untuk perbaikan kendaraan.

Karena pemilik tidak menanggung biaya perbaikan, maka pemilik kendaraan tersebut menggunakan kendaraan tersebut tidak sesuai aturan pakai.

Moral Hazard dapat kenal sebagai resiko moral, kurangnya rasa tanggung jawab terhadap orang/pihak lain menyebabkan kita tidak memperhatikan apakah yang kita lakukan akan membawa dampak negatif pada orang/pihak tersebut.

Kasus Moral Hazard tidak hanya sering terjadi pada asuransi saja, melainkan juga terjadi pada kegiatan pasar modal. Pada umumnya, penyebab terjadi Moral Hazard, yaitu :

moral hazard

  1. a)Regulasi dan hukum yang tidak jelas.
  2. b)Informasi yang terbatas.

Peraturan-peraturan yang diterapkan OJK memang mampu menarik perhatian para investor sehingga menambah investor baru ada setiap waktunya.

Namun pada pelaksaan peraturan tersebut, OJK di anggap masih kurang tegas dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

Seharusnya harga saham-saham yang melambung tinggi hingga melewati perkiraan yang sewajarnya akan mendapatkan sanksi berupa suspend dan diberhentikan dalam jangkan waktu tertentu.

Namun pada kenyataannya tidak begitu, pihak di anggap kurang jeli dalam melakukan penelusuran sehingga banyak perusahaan yang lolos dari sanksi tersebut karena kurangnya bukti yang memadai.

Tidak hanya itu, terkangan orang/pihak yang bersangkutan yang memiliki berbagai informasi penting kerap kali menggunakan informasi tersebut untuk kepentingan pribadi tanpa memperhatikan bagaimana dampak bagi para investor.

Bahkan banyak perusahan yang menerbitkan saham tanpa laporan yang jelas mengenai kinerja secara nyata perusahaan tersebut sehingga merugikan para investor.

Untuk menghindari resiko dari akibat perbuatan orang/pihak lain, kita harus memperhatikan beberapa hal diantaranya:

  1. Jangan menjadi trader pengejar rumor

Keputusan sepeunuhnya miliki kita, apakah memutuskan untuk membeli saham atau tidak. Jangan sampai kita terpengaruh oleh rumor yang dapat saja dibuat-buat untuk mempengaruhi para investor agar membeli saham tersebut.

Kita harus tetap berfikir rasional dan analis terhadap rumor yang beredar, kita harus menganalisa secara mendalam tentang saham yang ingin kita beli, dari mulai resiko yang akan terjadi hingga sejarah perkembangan perusahaan tersebut

  1. Riset sebelum membeli saham

Seperti yang saya jelaskan di poin 1, pengamatan secara mendalam merupakan hal terpenting ketika hendak membeli saham.

Kita harus memperhatikan berbagai laporan harian, bulan dan tahunan bahkan dari mulai berdiri hingga kini. Jangan sampai ada analisa yang terlewatkan.

Jika terjadi ketimpangan yang mencurigakan atau tidak sesuai tentu kita masih dapat membatalkan investasi atau mengambil keputusan lain yang menurut kita lebih baik

  1. Diversifikasi portofolio

Untuk memudahkan pengamatan kita perlu mendiversifikasi portofolio sesuai dengan jenis portofolia.

Dan sebaiknya kita tidak fokus pada 1 saham saja, melainkan beberapa jenis saham sebagai bahan pertimbangan.

Kesimpulan

Penghasilan investor berasal dari penghasilan saham tempat kita menanamkan modal, jika perusahaan tersebut mengalami kerugian maka kita juga akan merasakan dampaknya.

Kita tidak dapat berharap lebih kepada pihak-pihak lain untuk melakukan penelusuran seputar saham di pasar modal.

Karena mungkin saja para pihak OJK mengalami kebocoran informasi atau pelaksana peraturan yang memang kurang profesional.

Pada intinya semua bergantung pada diri sendiri, dengan pengamatan yang tajam setidaknya kita dapat mengetahui berbaga ketimpangan-ketimpangan pada saham yang akan kita beli.

Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk meneliti sebelum membeli.

Semoga artikel ini dapat membantu dan menambah wawasan kita semua, terima kasih dan salam sukses.