Kisah Sukses : Usaha Keripik Singkong Modal 50 Ribu Rupiah

Usaha Keripik Singkong Modal 50 Ribu Rupiah – Keripik singkong. Sebagai salah satu negara yang dapat menghasilkan singkong melimpahruah, tidak heran jika kita memang juga memiliki beragam sajian makanan dengan bahan utama singkong.

Salah satu makanan yang berbahan singkong yang banyak digemari adalah kripik singkong, rasanya yang gurih dan khas membuat para pelangganya ketagihan untuk mencoba lagi.

Semakin hari penggemar keripik singkong semakin bertambah sehingga membuka peluang bagi kita untuk meraup keuntungan yang besar dengan cara memenuhi kebutuhan kripik singkong yang tinggi tersebut.

walaupun sering kita anggap remeh, nyatanya sebanyak apapun kripik singkong yang dihidangkan didepan kita, semua akan habis disantap.

Keripik singkong memang kerap kita dianggap makanan yang tidak istimewa. Akan tetapi, keripik singkong selalu mampu membuat orang tidak bisa berhenti mengkonsumsinya hingga keping terakhir.

Terkesan berlebihan, namun  memang begitulah yang kita jumpa ketika berhadapan dengan keripik singkong.

Meskipun kadang tidak kita disadari, justru usaha keripik singkong ini dapat menjadi potensi besar yang mampu menghasilkan berpundi-pundi uang yang banyak. Fakta ini sudah dibuktikan oleh seorang pelaku usaha keripik singkong asli Kulonprogo yaitu Asmiadi.

Asmiadi merupakan pria paruh baya dengan 3 orang anak, memiliki sebuah usaha produksi keripik singkong dirumahnya sejak beberapa tahun silam.

Walaupun hanya sekedar dijalankan di rumahnya, perhari Asmiadi mampu memproduksi setidaknya 300 kg keripik singkong yang siap diedarkan ke beberapa penjual pinggiran kecil di berbagai kota terdekat.

Hanya dalam satu bulan, Asmiadi tak kurang menerima Rp 40 juta dari hasil usaha keripik singkongnya tersebut.

usaha kripik singkong

Semuanya berawal dari ketertarikannya pada cita rasa keripik singkong buatan sang istri yang menurut Asmiadi sangat enak dan renyah,

Asmiadi awalnya hanya seorang petani cokelat biasa, sama seperti kebanyakan warga di desanya. Asmiadi mulai tertarik untuk membuat usaha produksi keripik singkong ini pada tahun 2003 yang silam.

Pada awalnya usaha produksi kripik singkong ini bukan sebagai usaha utama melainkan hanya sekedar usaha sampingan saja.

Karena sebagai petani cokelat, Asmiadi sudah mampu menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhannya dengan menjadi anggota sebuah koperasi biji cokelat yang mensuplai salah satu brand cokelat terbesar di Indonesia.

Namun sayangnya cokelat yang diproduksi Kulonprogo bukan jenis cokelat yang memiliki kualitas tinggi, sehingga harga jualnya coklat tersebut tidak terlalu tinggi.

Meski Asmiadi sukses memproduksi biji cokelat dalam jumlah yang cukup besar, namun tak lantas mampu membuatnya Asmiadi menjadi kaya.

Itulah sebabnya Asmiadi membutuhkan usaha tambahan untuk mengisi sebagai mengisi waktu senggangnya dalam mengurus pohon cokelatnya, dan untuk menambah penghasilan keluarganya.

Dari sinilah Asmiadi mulai memproduksi keripik singkong pertamanya hanya dengan modal Rp50 ribu.

Beruntung tak sulit untuk menemukan suplai singkong untuk dijadikan kripik. Karena selain menghasilkan biji cokelat dan cengkeh kawasan pegunungan Samigaluh tempat Asmiadi tinggal juga singkong dalam jumlah yang cukup besar.

Pada awalnya untuk memasarkan produk kripik singkongnya tersebut, Asmiadi sendiri yang mengantarkan keripik singkongnya ke pasar dan kedai-kedai di sekitar kawasan Kali Bawang dan Samigaluh.

Awal mula Asmiadi hanya memproduksi sekitar 10 kg setiap 3 hari sekali, sampai pada akhirnya permintaan akan kripik singkong Asmiadi terus mengalami peningkatan hingga menjadi 10 kg setiap hari.

Kesempatan besarpun akhirnya datang menghampiri Asmiadi, saat seorang mahasiswa yang sedang menjalankan tugas Kuliahnya (KKN) di kawasan Samigaluh, mahasiswa tersebut menawarkan kerjasama kepada Asmiadi untuk menjadi supplier kripik singkong untuk toko makanan kecil yang mahasiswa itu sedang jalankan.

Ternyata dari jalan inilah, akhirnya Asmiadi berhasil memperluas penjualan dengan membuka jalur penjualan ke kota Yogya.

Dengan pengamatannya Asmiadi melihat adanya peluang besar dari pasar dan toko-toko makanan kecil yang memang berlimpah di kota Yogya.

Asmiadipun mulai melancarkan perluasan pemasaran dengan cara membuat sampel produk kripik singkong yang ia produksi dalam kemasan kecil dan menawarkannya ke beberapa penjaja dan toko makanan kecil di seluruh Yogya.

Meningkatnya penjualan membuat Asmiadi tak ragu masuk dari pasar ke pasar hingga masuk ke beberapa kawasan supermarket kelas menengah yang tersebar luas di seluruh Yogya.

Meskipun beberapa kali mendapat tolakan namun Asmiadi tidak menyerah dan bertambah semangat, terbukti dari meningkatnya penjualan hingga sekarang.

Dan sekarang ini beberapa toko sudah menjadi pelanggan tetap yang mengambil stok keripik singkong tersebut setidaknya 2-3 kali dalam satu minggu.

Perjuangan keras selama 2,5 tahun akhirnya membuat Asmiadi berhasil menjual produksi kripik singkongnya tersebut dalam kapasitas yang besar hingga saat ini.

Sekarang ini untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya, Asmiadi membeli lahan di sisi lain rumahnya untuk dijadikan dapur khusus usaha keripik singkong miliknya tersebut. Tidak hanya it saja sekarang ini Asmiadi juga memiliki sekitar 10 karyawan, baik untuk tenaga produksi maupun untuk penjualan kripik singkong.

Meningkatnya perkembangan usaha kripik singkongnya tersebut tak lantas membuat Asmiadi berpuas diri. Hingga saat ini Asmiadi masih terus menyempatkan diri untuk mencari pasar-pasar baru dan menjalin kerjasama di sekitaran Yogyakarta.

Selain fokus memasarkan produk kripik singkong miliknya Asmiadi juga berusaha menemukan resep keripik singkong baru yg unik dengan bumbu khusus yang memiliki cita rasa khas sehingga dapat menjangkau seluruh kawasan Indonesia.

Saat ini Asmiadi sedang berusaha agar dapat masuk ke pasar oleh-oleh yang tidak kalah maraknya di kawasan Yogya. Karena sebelumnya produk keripik singkong miliknya tidak bisa mendapat tempat di toko oleh-oleh karena dianggap bukan sebagai jenis makan oleh-oleh.

kita dapat melihat bagaimana seorang dengan usaha yang sering dianggatp remeh, ternyata usaha dapat menjadi sebuah usaha sukses besar, meskipun hanya modal awal Rp50 ribu.

Semoga dari kisah singkat Asmiadi membuka pikiran dan wawasan kita hingga kita dapat menemukan ide-ide yang sepele namun mampu menjadikan kita sebagai jutawan.

Demikian untuk pertemuan kita sore ini, semoga artikel ini bermanfaat. Harap bagikan kepada teman-teman yang lain agar terbuka kesempatan kerja kepada yang lain.

Terima kasih dan salam sukses.