Apa Sih Trading Saham Itu?

Apa Sih Trading Saham Itu? – Dalam dunia bisnis, kata trading bukanlah hal yang tabu dan jarang di dengar. Akan tetapi untuk sebaigan orang kata trading adalah kata yang sangat tabu dan jarang di dengar sehingga banyak orang yang salam dalam mengartikan kata tersebut.

Apa Sih Trading Saham Itu
Apa Sih Trading Saham Itu

Terutama orang-orang yang tinggal di desa-desa pedalaman, mereka tidak mengerti apa arti dari kata trading saham sehingga banyak dari mereka yang berfikiran bahwa trading saham itu adalah penipuan dan lain sebagainya.

Padahal jika mereka mengerti arti dari trading saham, mungkin mereka akan ikut serta dalam trading saham karena dapat membawakan hasil yang sangat memuaskan dari pada kita harus bekerja pada orang lain.

Maka dari itu saya akan berusaha untuk menjelaskan apa yang di maksud dengan trading saham agar kita tidak salah kaprah dalam menanggapi kata tersebut.

Trading Saham
Trading dapat di artikan sebagai perdagangan atau kegiatan membeli dan menjual kembali produk yang di beli tersebut. Sementara saham adalah sebuah surat tanda kepemilikan sebuah perusahaan, dengan membeli saham berarti kita adalah salah satu pemilik dari perusahaan yang menerbitkan saham tersebut.

Jadi trading saham adalah suatu kegiatan membeli dan menjual saham dengan tujuan memperoleh keuntungan dari tindakan jual beli tersebut. Sama halnya dengan perdagangan pada umumnya, dalam dunia trading saham juga terjadi tawar menawar saham yang di perjual belikan yang di sebut bit dan offer.

Bid adalah penawaran harga dari pihak pembeli saham sedangkan offer adalah penawaran harga dari pihak penjual. Setiap pembeli tentu salalu ingin membeli dengan harga murah dan begitu sebaliknya dengan penjual yang selalu ingin menjual dengan harga yang tinggi. Agar transaksi dapat terjadi maka kedua belah pihak harus menurunkan offer dan menaikkan bid hingga menjumpai titik temu antara keduanya.

Ilustrasi trading saham :

Buy
perusahaan A menerbitkan saham A1 dengan harga Rp1000/saham (1 lot = 500 lembar saham), fee buy 0.25% dan kita membeli 10 lot
Rp1000 x 10 x 500 = Rp50.000.000
Rp50.000.000 x 0.25% = Rp125.000
Rp50.000.000 + Rp125.000 = Rp50. 125.000 (biaya yang harus kita bayar ke bursa)

Sell

Beberapa hari kemudian saham A1 mengalami kenaikan harga menjadi Rp13.000/saham, fee 0,35%
Rp13.000 x 10 x 500 = Rp 65.000.000
Rp 65.000.000 x 0.35% = Rp227.500

Rp 65.000.000 – Rp227.500 = Rp64.772.500
Rp64.772.500 –  Rp50.125.000 = Rp14.647.500(Sell – Buy)

Dari selisih penjualan yang di kurangkan pembelian maka kita memperoleh sejumlah keuntungan sebesar Rp14.647.500dari 10 lot saham A1 yang kita beli dulu, jika penjualan lebih besar dari pada pembelian dapat di pastikan kita akan memperoleh keuntungan dan sedangkan jika penjualan di bawah harga pembelian maka kita akan mengalami kerugian.

Besarnya keuntungan yang kita peroleh bergantung pada jumlah saham yang kita miliki, semakin banyak saham yang kita beli maka akan semakin besar pula keuntungan yang kita peroleh jika saham tersebut mengalami kenaikan. Namun faktor utama yang mempengaruhi harga adalah perusahaan yang menerbitkan seham tersebut.

Maka dari itu sangat penting bagi kita meneliti terlebih dahulu setiap saham yang ingin kita beli, apakah saham tersebut akan mengalami kenaikan atau justru sebaliknya mengalami kemunduran harga.

Harga sebuah saham ada 2 jenis, yaitu price dan value. Kedua-duanya adalah harga sebuah saham yang di bandrol oleh perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Namun ada beberapa perbedaan di antara keduanya.

Jika price, harga saham berdasarkan permintaan pasar, jika permintaan tinggi akan produk perusahaan tersebut maka harga akan naik dan begitu sebaliknya. Sedangkan value adalah harga sebuah saham yang dinilai dari aspek keseluruhan produksi, value dapat dikatakan sebagai harga sebenarnya dari sebuah saham.

Jika value sebuah saham adalah Rp1.000, price dapat naik jika permintaan pasar meningkat. Bahkan price cendrung mengalami perubahan yang drastis, sementara value tidak akan mengalami perubahan yang drastis.

Seperti yang saya jelaskan diatas, sebelum membeli sebuah saham kita harus mengamati pergerakan saham dan perusahaan yang menerbitkan saham, kita juga harus tau apakah harga yang di bandrol penerbit itu adalah di bawah price atau di atas price.

Kita juga harus melihat masa depan, apakah saham yang akan kita beli akan mengalami kenaikan harga atau malah sebaliknya. Jika kita sampai salah dalam menganalisa maka tentu kerugian yang akan kita terima.

Kesimpulan

Dari penjelasan singkat dapat dipahami arti kata trading saham dan aspek-aspek penting di dalamnya, trading saham bukanlah penipuan atau semacamnya seperti yang kita pikirkan.

Namun jika kita terjun ke dunia trading saham tanpa melakukan pengamatan yang mendalam tentu saja kita akan mengalami kerugian, bukan karena di tipu melainkan karena diri sendiri yang kurang mempelajari dunia yang sedang kita masuki.

Jika kamu memutuskan untuk terjun ke dunia trading saham kamu harus benar-benar mempelajari berbagai hal yang ada di dalamnya, dari mulai yang terbesar hingga yang terkecil sekalipun.

Demikian artikel singkat ini, semoga dapat membantu pemahamanmu dalam dunia trading saham. Terima kasih dan salam sukses.